Minggu, 30 Oktober 2016

Elemen dan Karakteristik Psikologi

Elemen dan Karakteristik Sistem
1. Elemen Sistem 

Raymond McLeod Jr. dalam bukunya "Management Information Systems" (2001 : 9) menyebutkan: Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-elemen yang sama, tetapi ia merupakan suatu susunan dasar sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar berikut ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiPl3YPdT1XDiLMwr7D5W7sq1XO2Frz0xXt9WiWMhSZN6pb4QaXTyHbjUCWYNayT5o-EbmOrd_olyTAPN44h6ArwyoVPKukdt387lTKTwR-_jOuOZf5Dfpg5gfY7XVBaBGol7-z6E7GEc/s1600/ss.jpg

Sumber daya input diubah menjadi sumber daya output. Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen transformasi ke elemen output. Suatu mekanisme pengendalian memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya. Mekanisme pengendalian ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu lingkaran umpan balik (feedback loop) yang mendapatkan informasi dari output sistem dan menyediakan informasi bagi mekanisme pengendalian. Mekanisme pengendalian membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan dan mengarahkan sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang perlu diubah.

2. Karakteristik Sistem

Suatu sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:

a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.

b. Batasan sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Interface sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain dan akan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Input sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

f. Output sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh menejemen.

g. Pengolahan sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

h. Sasaran atau Tujuan sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.


Ladjamudin, Bin Al-Bahra. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Graha Ilmu :  Yogyakarta.

Senin, 10 Oktober 2016

Definisi sistem informasi psikologi

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (S.I.P)
1.      SISTEM
       Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. 
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisi sistem menurut para ahli:
a. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. C.W. Churchman
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
c. Murdick dan Ross
Sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainya untuk suatu tujuan bersama. 
d. Kamus Webster’s Unbriged 
Elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. 
e. Scott (1996) 
Sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input) , pengolahan (processing) serta keluaran(output), dan ciri pokok sistem menurut Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.
Dari beberapa definisi sistem menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan elemen-elemen yang didalamnya terdapat suatu interaksi dan mempunyai tujuan bersama.
·        Karakteristik Sistem
      a. Komponen/Elemen
Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batasan (Boundary)
            Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau
dengan lingkungan luarnya.
c. Lingkungan luar (Environment)
             Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem
d. Penghubung sistem (Interface)
Suatu media yang menghubungkan antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya. Media tersebut antara lain adalah Input atau masukan sistem yang berupa instruksi, data transaksi atau data non transaksi. Selain Input ada juga Output atau keluaran sistem yaitu hasil pemrosesan, dapat berupa keluaran berguna (informasi/produk) dan keluaran yang tidak berguna (limbah). Namun pada sistem informasi Output dapat berupa informasi, saran atau cetakan laporan.
e. Masukan sistem (input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran sistem (Output)
            Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
g. Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
h. Sasaran Sistem        
            Suatu tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem

2.      INFORMASI
   Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti garis besar, konsep atau ide-ide. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Sumber informasi adalah data. Informasi diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan informasi. Berikut definisi sistem menurut para ahli:

a.       Raymon McLeod (1995)
Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya. Alat pengolah informasi dapat meliputi elemen computer, elemen non komputer atau kombinasinya.
b.      Abdul Kadir
Informasi merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut.
c.       Jogiyanto HM
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
d.      Joner Hasugian
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media.
e.       Kenneth C. Laudon
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Fungsi Informasi
    Untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Selain itu, informasi juga berguna untuk memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian untuk mengambil suatu keputusan yang baik (Moekijat,1991).

3.      SISTEM INFORMASI
Menurut para tokoh, sistem informasi adalah
a. Erwan Arbie, Sistem informasi merupakan sebuah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan berbagai kebutuhan proses pengolahan transaksi harian, membantu & mendukung seluruh kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi & membantu memperlancar penyediaan laporan yang dibutuhkan.
b. Tafri D. Muhyuzir, Sistem informasi merupakan sekumpulan data yang dikelompokkan dan diproses sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan informasi yang saling berkaitan dan saling mendukung hingga menjadi sebuah informasi yang bernilai bagi yang menerima.
c. O’Brien, sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang (people), perangkat keras (hardware). perangkat lunak (software), jaringan komputer dan komunikasi maupun basis data (database) yang mengumpulkan, merubah& menyebarkan sebuah informasi dalam suatu bentuk organisasi.
d. Menurut Mc leod, Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan mengelompokkan berbagai informasi dari semua sumber dan memakai berbagai media untuk menampilkan sebuah informasi.
e. Tata Sutabri, S.Kom. MM. Sistem Informasi merupakan suatu sistem yang berada didalam sebuah organisasi yang mempertemukan berbagai kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang sifatnya manajerial didalam kegiatan strategi dari sebuah organisasi agar bisa menyediakan kepda pihak-pihak tertentu diluar dengan bermacam-macam laporang yang dibutuhkan.
f. LeitchRosses, Sistem Informasi merupakan sebuah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan segala kebutuhan pengelola transaksi harian, mendukung proses operasi,mempunyai sifat yang manajerial dan kegiatan strategi dari sebuah organisasi & menyediakan berbagai laporan yang dibutuhkan oleh pihak luar tertentu.
g. Lani Sidharta, Sistem Informasi merupakan sebuah sistem yang dibuat manusia yang isinya adalah himpunan terintegrasi dari berbagai komponen yang terkomputerisasi yang mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data dan menghasilkan sebuah informasi untuk pengguna.

4.      PSIKOLOGI
    Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa. Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
a.        Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
b.       Richard Mayer
Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
c.        Wilhem Wundt & E.B Titchener
Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak.
d.      Allport
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
Dari penjelasan psikologi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi diatas menunjukkan beragamnya pendapat para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal pada adanya perbedaan titik berangkat para ahli dalam mempelajari dan membahas kehidupan jiwa yang maha kompleks itu. Itulah sebabnya sehingga sangat sukar adanya satu rumusan pengertian psikologi yang disepakati oleh semua pihak.

Aliran-aliran psikologi
a.       Struktualisme
            Tokoh : Wilhelm Wundt. 
Tujuan dari aliran ini adalah untuk menemukan unit-unit atau elemen-elemen yang membangun pikiran. Metode yang membangun pikiran yang digunakan oleh ahli aliran ini untuk menemukan unit-unit dasar dari pikiran adalah instropeksi.
b.      Fungsionalisme
            Tokoh : John Dewey (1873–1954). 
Aliran ini menyatakan bahwa pikiran dan perilaku itu adaptive, yang berarti manusia dapat menyesuaikan lingkungan yang berubah. Itu berarti ahli psikologi dalam aliran ini mempelajari fungsi pikiran dan perilaku. 
c.       Psikoanalisis
            Tokoh : Sigmund Freud (1856-1938) . 
Aliran ini mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang alam tidak sadar (unconscious).
d.      Psikologi gestalt
            Tokoh : Max Wertheirmer (1880 – 1943). 
Aliran ini menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen-elemen yang lebih kecil karena dengan demikian, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. Menekankan pada fenomenologis dalam aktifitas mental namun tetap empiris.
e.       Behaviorisme
            Tokoh : John B. Watson (1879-1958). 
Aliran ini menekankan pada respon-respon yang dikondisikan serta menekankan pada perilaku yang dipelajari dibandingkan dengan perilaku yang tidak dipelajari.

5.      SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
    Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contoh dari sistem informasi psikologi yang berbasis komputer adalah situs theinkblot.com. Pada situs ini, terdapat penyajian tes Rorschach online. Psikologi sendiri berbicara tentang manusia. jika digabungkan, sistem informasi psikologi mencangkup : Hardware, Software, People, Procedurs , Data dan manusia. Hardware dan software sebagai mesin sedangkan prosedur dan manusia sebagai pelaku, Dan data berfungsi sebagai jembatan dari keduanya. Sistem informasi bisa dimanfaatkan oleh pelaku psikologi untuk membantu mereka saat penghitungan skor dalam beberapa tes psikologi.



referensi :
- Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA
- Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma
- Ladjamudin, Bin Al-Bahra. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Graha Ilmu :  Yogyakarta.
- Riyanti, Dwi B.P.,Prabowo, Hendro., Puspitawati, Ira. (1996). Psikologi Umum 1. Jakarta: Gunadarma.

Senin, 11 Januari 2016

Kepuasan Kerja

REVIEW JOURNAL KEPUASAN KERJA





By:
Kelompok Pisang
1. Adam Prasentiatara `                    (10513117)
2. Dhea Zahra A                                  (12513220)
3. Mega Elvira                                     (15513384)
4. Nurfahsyahbani R                           (16513654)
5. Ridho Maulana H                           (17513625)







Kelas 3PA 06
UNIVERSITAS GUNADARMA

2015



Judul Jurnal     :  KEPUASAN KERJA PETUGAS KESEHATAN 
                              DI INSTALASI RAWAT INAP RS ISLAM
                              FAISAL MAKASSAR 2012

Jurnal                 :  Jurnal AKK

Penulis                :   Andi Tenri Sanna Ilma
                                Asiah Hamzah
                                Ridwan Amiruddin

Vol                      : Vol. 1

Tahun                 : September 2012





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Rumah sakit merupakan bagian integral dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan yang melayani pasien dengan berbagai jenis pelayanan. Oleh karena itu, agar dapat terus mengembangkan dirinya dan untuk kelangsungan hidup organisasi, manajemen rumah sakit perlu melakukan perubahan (Iswanti, 2004). Sebenarnya sebuah organisasi harus menghadapi dua macam customer sekaligus, yakni secara internal adalah para karyawan dan secara eksternal adalah konsumen atau pelanggan. Jadi kalau organisasi ingin memberi layanan yang unggul terhadap customer, maka peningkatan kualitas layanan harus dilakukan pula secara internal (internal service quality) dan secara eksternal (external service quality). Peningkatan kualitas layanan secara internal akan berdampak pada kepuasan kerja (job satisfaction) para karyawan, selanjutnya kepuasan kerja ini akan mempengaruhi kualitas layanan eksternal kepada pelanggan, dan akhirnya para pelanggan akan memperoleh kepuasan atas layanan organisasi tersebut.

B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi mendalam tentang  
     konsep – konsep desain tempat kerja & pekerjaan, seleksi & pengembangan,
    kompensasi dan sarana & prasarana penunjang pelayanan.

C. Metode Penelitian
Lokasi dan Rancangan Penelitian Penelitian dilakukan di RS Islam Faisal Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Informan Penentuan informan dilakukan dengan Teknik Snowball Sampling. Informan terdiri dari Kepala Seksi Keperawatan dan Kepala Seksi Tata Ruang & Personalia sebagai informan kunci, dan triangulasi kepada Kepala Ruang Perawatan, Perawat, Kepala Seksi Pelayanan & Penunjang Medis, dan Kepala Seksi Administrasi & Sekretaris sebagai informan tambahan.


BAB II
ISI

A.    Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik yang di gunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan Teknik Snowball Sampling.
           
B.     Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsep desain tempat kerja & pekerjaan nampak bahwa Lingkungan kerja nyaman, representatif, aman, kondusif, dan memberikan kepuasan bagi petugas kesehatan yang bekerja, kondisi kerja dalam hal hubungan kerja baik, namun hubungan kerja atasan dengan bawahan terkendala dengan masalah kedisiplinan tenaga perawat yang sering melalaikan tanggungjawab shift kerja. Petugas kesehatan memiliki identitas tugas dalam artian mengerjakan pekerjaan dan tanggungjawab sesuai dengan prosedur kerja SK Direktur No. 122/A.6/RSIF/XII/2008, serta diberikan otonomi dalam batas tertentu di setiap unit kerja, tetapi tetap mengetahui unit – unit yang lain dan berkonsultasi serta ada garis koordinasi langsung dari pimpinan sebagai pengambil keputusan tertinggi di RS. Pada konsep seleksi dan pengembangan nampak bahwa proses rekrutmen dilakukan sesuai dengan prosedur, mulai dari penerimaan berkas lamaran, tes tertulis, tes wawancara sampai pada tes keagamaan termasuk mengaji. Namun, proses rekrutmen diutamakan bagi mereka yang berpengalaman kerja, sudah memiliki SIP (Surat Izin Praktek) dan bertahap bahkan sempat mengalami perubahan yang dahulu menerima lamaran dari karyawan lepas, sekarang diawali dengan pemberian magang, honorer, kontrak, lalu menjadi tenaga tetap, semua didasarkan pada kinerja dan masa kerja petugas kesehatan, pelatihan dan dan pengembangan petugas kesehatan belum merata dan maksimal diberikan kepada semua tenaga perawat maupun non medis, hanya didasarkan atas kebutuhan unit – unit spesifik, dan bagi orang – orang tertentu saja dengan masa kerja yang sudah lama, karena dilihat berdasarkan kriteria pengabdian, tingkat loyalitas, dan risiko untuk pindah, biayanya pun tidak dianggarkan 5% dari anggaran RS, karena disesuaikan dengan pendapatan RS, hanya diberikan secukupnya saja, misalnya untuk biaya transport, dll, sehinggan tidak jarang petugas kesehatan yang mengikuti pelatihan harus membiayai dirinya sendiri karena bukan diutus oleh RS, padahal mereka sangat memerlukan pelatihan dan pengembangan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia. Pada konsep sistem kompensasi nampak bahwa sistem kompensasi (insentif) dirasakan masih sangat kurang bagi petugas kesehatan baik medis maupun nonmedis, pemberian insentif pun diberikan berdasarkan tanggungjawab, pendidikan, dan masa kerja, padahal seharusnya bagi perawat pelaksana yang mendapat paling banyak insentif karena beban kerja mereka yang cukup berat. Insentif ada yang berasal dari jasa perawatan, insentif yang langsung masuk daftar gaji, dan insentif per bulan yang diambil dari sumber – sumber pendapatan yang dibagikan minimal 3 (tiga) bulan, reward (penghargaan) belum maksimal seperti yang diharapkan, reward diberikan hanya sekali pada kepemimpinan terdahulu melalui Karyawan Teladan, mendapat bonus 1 (satu) bulan gaji, itupun hanya bagi mereka yang bekerja lebih dari 20 (dua puluh) tahun ke atas. Namun, sejak pergantian pimpinan reward diberikan bonus umroh melalui pengundian dan melihat masa kerja serta tingkat loyalitas yang tinggi.  Pada konsep sarana dan peralatan penunjang nampak bahwa sarana dan peralatan penunjang juga masih kurang memadai, dari segi ketidaksesuaian jumlah tenaga dengan jumlah tempat tidur, dari jumlah tempat tidur dan jumlah ruang perawatan yang juga masih kurang sehingga sering terjadi penolakan pasien, bahkan sampai pada kurangnya peralatan EKG untuk operasi dan GP (ganti perban) untuk pasien, mereka harus meminjam dari ruangan lain, dan tentu saja akan menghambat pemberian pelayanan kepada pasien, ada beberapa barang yang sudah tidak layak pakai seperti tempat tidur dan bantal yang mulai usang, WC yang kotor, komputer yang harus diganti, yang bahkan tidak jarang kurang cepat mendapat jawaban/respon dari pihak manajemen/pimpinan untuk segera menambahkan kekurangan alat dan menggantikan beberapa sarana dan peralatan penunjang yang sudah tidak layak pakai.

BAB III
          Penutup

Kesimpulan dan saran
Penulis menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan internal sudah cukup memberikan kepuasan kerja bagi petugas kesehatan dalam hal lingkungan kerja yang nyaman dan representatif, tetapi hubungan kerja yang bermasalah antara atasan dan bawahan, dimana bawahan yang kurang disiplin yang sering melalaikan tanggungjawabnya menyebabkan atasan sering menegur dan ingin menindaktegas, namun masih menjaga hubungan baik. Semua petugas kesehatan sudah bekerja sesuai dengan prosedur tetap yang dikeluarkan oleh pimpinan RS. Proses seleksi sudah mengikuti prosedur tetap, diberikan magang terlebih dahulu, kemudian honor, kontrak baru bisa diangkat menjadi tenaga tetap dengan melihat masa kerjanya. Pelatihan dan pengembangan masih belum maksimal merata dilaksanakan. Pemberian insentif dan reward juga dirasakan masih sangat kurang. Kelengkapan dan kelayakan peralatan penunjang juga dirasakan masih sangat kurang yang menjadi kendala terhadap pemberian pelayanan kepada pasien. Diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan petugas kesehatan dan peningkatan persediaan peralatan penunjang seperti ruang perawatan, tempat tidur, peralatan penunjang lain lebih ditingkatkan agar bisa memberikan kepuasan kerja petugas kesehatan dan peningkatan kepuasan pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Akustia, Eny.(2001). Pengaruh Karakteristik dan Faktor Kondisi Pekerjaan     
         Dengan Kepuasan Kerja Perawat Puskesmas di Kabupaten Pati. Semarang.

Amran, Tiena Agustina. (2009). Analisis Model Kepuasan Kerja dalam  
        Organisasi Jasa dengan Struktural Equation Modelling (SEM). Universitas
        Trisakti.Eksekutif, Volume 6 N0.1.

Andini, Rita. (2006). Analisis Pengaruh Kepuasan Gaji, Kepuasan Kerja,
         Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention. Semarang

Arifin, Bey. (2003). Pengaruh Faktor-Faktor Kepuasan Komunikasi Terhadap
         Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada 3 Rumah Sakit Swasta di Kota
         Semarang). Program Magister Manajemen Pascasarjana, Universitas
         Diponegoro. Semarang

Brannen, Julia. (2005). Memadu Metode Penelitian-Kualitatif & Kuantitatif.
         Yogyakarta:Pustaka Belajar

Efendi. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan,
         Pengembangan, Pengkompensasian dan Peningkatan Produktivitas
         Pegawai. Jakarta: Grasindo Widiasarana Indonesia.

Hamsyah, Arir.(2004).Analisis Pengaruh Suasana Kerja Terhadap Tingkat
          Kepuasan Kerja Perawat di Bangsal Rawat Inap RSU Ungaran Semarang.

Haerawati, Susi. (2006). Analisis Faktor-Faktor Manajemen yang Berpengaruh
         Terhadap Kepuasan Kerja Dokter di Rumah sakit Umum Daerah Kota
          Semarang. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi
          Administrasi Rumah Sakit. Universitas Diponegoro. Semarang

Iswanti, D. S. (2004).Analisis Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Terhadap
            Kepuasan Kerja Tenaga Medis Poliklinik Rawat Jalan RSUD Tugurejo.
          Semarang.
Johan, Rita. (2002). Kepuasan Kerja Karyawan dalam Institusi Pendidikan.
          Jurnal Pendidikan Penabur No. 01/Th. I/Maret 2002. Universitas
          Atmajaya. Jakarta

Kotler, Philip. (2003). Manajemen Pemasaran Edisi Kesebelas. PT:
          Prenhallindo : Jakarta

Laily, Nur. (2011). Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja
           dan Kinerja Manajerial Industri Pupuk di Indonesia.
             www.jurnal.pdii.lipi.go.id Luthans, Fred. (2006). Perilaku Organisasi.
           Edisi Sepuluh. Penerbit Andi : Yogyakarta

Muljono, Pudji. (2008). Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Sikap Terhadap
            Profesi dengan Motivasi Kerja Penyuluh Pertanian. Jurnal Transdisiplin
            Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia. Studi Terhadap Penyuluh
           Pertanian Bogor